Teori Norma Umum Dalam Bisnis

Norma Umum Dalam Bisnis
Macam-macam Norma dan sangsinya
Norma dalam sosiologi adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya.
Sanksi yang diterapkan oleh norma ini membedakan norma dengan produk sosial lainnya seperti budaya dan adat. Ada/ tidaknya norma diperkirakan mempunyai dampak dan pengaruh atas bagaimana seseorang berperilaku.
Norma dalam Masyarakat
a. Norma agama
Norma agama adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang disampaikan melalui utusan-Nya yang berisi perintah, larangan dan anjuran-anjuran.
Contoh-contoh norma agama ialah:
  • Rajin beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan, berdoa sebelum makan, sebelum  tidur, sebelum perjalanan, sebelum belajar, sebelum memasuki tempat   ibadah, dll.
  • Mencegah dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama.
  • Mengimani adanya Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Contoh Kasus Norma Umum dalam Bisnis

Langgar Aturan Monopoli, BRI Didenda Rp25 Miliar

Gambar ATM Bank BRI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha yang diketuai Sukarmi memutuskan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera, dan PT Heksa Eka Life Insurance terbukti melanggar Pasal 15 Ayat 2 dan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.
Menurut Sukarmi, ketiga perseroan terbukti melakukan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang berakibat merugikan pihak lain. "Berdasarkan fakta-fakta, penilaian analisa, dan kesimpulan, Majelis Komisi memerintahkan BRI, Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera, dan Heksa Eka Life Insurance untuk membayar denda," ujarnya di KPPU, Jalan Ir. Juanda, Nomor 36, Jakarta, Selasa, 11 November 2014.
Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BRI yang dibuat antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku pelaku usaha dengan debitur KPR BRI selaku pihak lain, dianggap melanggar Pasal 15 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. Debitur KPR diwajibkan membeli barang lain, yaitu dengan membayar premi untuk asuransi jiwa dari Konsorsium PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera, dan PT Heksa Eka Life Insurance selaku pelaku usaha pemasok.

Pasar Saham RI Menguat Jelang Pelantikan Jokowi



JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat menanti pelantikan presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla. IHSG berhasil naik 42,89 poin atau 0,85 persen ke 5.071,84.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan melantik Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden, pagi ini. Menurut Sekertaris Jenderal MPR, Eddie Siregar, acara akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB -11.12 WIB.

Pendahuluan Dan Teoritika Etika Bisnis

Teori Pengertian Etika
Pengertian Etika
Etika berasal dari dari kata yunani ‘ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain.
Beberapa contoh etika
1.mengucapkan salam saat bertamu. Sudah dilakukan dan sering
2.cium tangan orang tua sebelum berangkat kuliah. Sudah dilakukan dan sering
3.makan dengan tangan kanan. Sudah dilakukan dan sering
4.mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu. Sudah dilakukan dan sering
5.merendahkan suara jika berbicara dengan orang tua. Sudah dilakukan dan jarang kalau lagi kesel

Semi Ilmiah

Semi Ilmiah

Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Ringkasan Film Lone Survivor


Tiga hari sebelum misi dilaksanakan Marcus ingin memiliki kuda arab yang harganya sangat mahal, ia ingin memilikinya dan merawatnya setelah ia menerima pesan. Dipagi harinya Marcus dengan Dietz berlari pagi mengelilingi bandara Bagram. Mereka saling berkometisi untuk mencapai garis lebih awal. Setelah mereka berlari mereka beristirahat dan disana terdapat teman-temannya. Ketika istirahat Marcus beserta temannya mendapatkan perintah bahwa iya akan mendapatkan misi.

Misi tersebut diberikan kepada 4 orang anggota tim Navy Seal yang bernama Marcus Ruttreall (Mark Wahlberg), Matthew Axelson (Ben Foster), Michael Murphy (Taylor Kitsch) dan Danny Dietz (Emile Hirsh). Misi tersebut diberi nama Operasi sayap merah. Dimana misi tersebut adalah untuk menidentfikasi, menangkap atau membunuh ketua Taliban yang bernama Ahmad Shah.



Resensi Film Lone Survivor

Resensi
Judul: Lone Survivor
Pemain: Mark Wahlberg, Taylor Kitsch, Emile Hirsh, Ben Foster, Eric Bana
Sutradara: Peter Berg
Naskah: Peter Berg
Distributor: Universal Studios, Foresight Unlimited

Sinopsis
Sebuah film yang di angkat berdasarkan kisah nyata dan di angkat dari sebuah misi gagal salah satu pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (Navy SEAL)  yang bertema “operation red wings”. Tujuan dari Operasi Red Wings, yang dimulai pada tanggal 28 Juni 2005, adalah pertama untuk mengidentifikasi , menangkap atau membunuh komandan Taliban senior yang bernama Ahmad Shah.
Tim Navy Seal yang beranggotakan empat orang yaitu Marcus Luttrell (Mark Wahlberg), Matthew Axelson (Ben Foster), Michael Murphy (Taylor Kitsch) dan Danny Dietz (Emile Hirsh) akan berangkat dari pangkalan udara Bagram untuk menuju sebuah desa. Desa yang dikelilingi oleh perbuktian yang telah teridentfikasi akan keberadaan Ahmad Shah.

Lomografi dengan Photoshop CS3








PREVIEW

  • Tutorial Details Program    : Adobe Photoshop CS3
  • Difficulty   : Beginner 
  • Estimated Completion Time: 5 Minutes 

Mahasiswa STIP Marunda Tewas Diduga Disiksa Senior

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Dimas Dikita Handoko, 19 tahun, tewas kemarin, Jumat, 25 April 2014, di Rumah Sakit Pelabuhan, Jakarta Utara. Terdapat luka lebam pada sekujur tubuhnya. Keluarga korban yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, menduga ia disiksa oleh senior-seniornya.
"Tiap pulang dari kampus, perut dan tangannya sering memar. Lalu saya tanyakan kenapa, dia beralasan akibat dipukul seniornya," kata Raidah, 26 tahun, kerabat korban di Jakarta, Sabtu, 26 April 2014.
Raidah mengaku belum tahu di mana dan siapa yang membunuh Dimas. Hal yang ia ingat hanyalah Dimas meminta izin bermain ke rumah kos seniornya yang alamat lengkapnya tak diberikan Dimas.
Raidah menambahkan, Dimas memang sudah kerap disiksa, dan hal itu berlangsung terus selama tiga semester Dimas menimba ilmu di STIP Marunda. Dimas sendiri, kata Raidah, tak bisa berbuat apa-apa karena pelonco oleh senior dianggap lumrah di sekolahnya. "Saya bilang ke dia, sebaiknya lapor ke orang tua kandung di Medan. Tapi dia takut soalnya di kampus memang sering diperlakukan begini," ujar Raidah.
Secara terpisah, pihak Kepolisian Resor Jakarta Utara mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap hal ini. Namun polisi mengaku sudah menemukan delapan orang yang diduga menyiksa Dimas. "Nanti pukul 16.30 akan kami ungkapkan hasil pemeriksaan," ujar Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Muhammad Iqbal saat dihubungi Tempo

Dari artikel diatas bisa di lihat bahwa senior-senior telah melakukan kekerasan kepada juniornya. Kejadian ini bukan kali pertama di Indonesia. Seperti IPDN yang begitu sangat terkenal dengan masa ospek. Senior-senior mereka menyiksa juniornya. Kejadian seperti ini bahkan sudah menjadi tradisi dimasa ospek.
Seharusnya bagi pihak-pihak seperti ketua penyelenggara harus mengetahui kegiatan serta mengawasi kegiatannya. Kalo sudah sepeti ini maka pihak Sekolah Tinggi tidak mau bertanggung jawab atas kelakuan seniornya.
Sama seperti kejadian STIP Marunda. Pihak Sekolah Tinggi tidak mengetahui kejadian dikarenakan pengawasan yang tidak ketat. Namun sebagai senior tidak sepatunya melakukan kekerasan kepada juniornya. Namun dari kejadian seperti itu saya memiliki beberapa solusi yang mungkin bisa dijadikan sebuah tindakan agar pengawasan lebih ketat dan teratur.

Proposal Kegiatan


SEMINAR SENI FOTOGRAFI BEM FE UNIVERSITAS GUNADARMA

A.        Pendahuluan
Pada akhir-akhir ini dunia fotografi sangatlah maju dan sangat cepat berkembang dan banyak diminati oleh setiap kalangan. Mulai dari kecil hingga dewasa mereka sangat menyukai dunia fotografi. Ditambah dengan kemudahan dengan alat-alat serta gadget yang mereka miliki mereka dengan mudah melakukan shoot pada kamera mereka, mulai dengan kamera digital, handphond mau pun tablet mereka. Dengan kreativitas yang dimiliki mampu menghasilkan gambar-gambar yang baik. Di samping itu juga untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa.
Oleh karena itu, penyelenggara bermaksud menyelenggarakan Seminar Seni fotografi sebagai pembekalan yang lebih mendalam tentang dunia fotografi. Dan diharapkan agar mahasiswa dapat berkarya dan lebih kreatif dalam menciptakan karya seni, dan diharapkan semua mahasiswa agar lebih antusias dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

B.        Nama Kegiatan
Rencana kegiatan ini diberi nama “SEMINAR SENI FOTOGRAFI BEM FE UNIVERSITAS GUNADARMA”

C.        Tujuan
1.     Memberi wawasan kepada anggota seminar tentang dunia Fotografi.
2.     Menjadikan pribadi yang kreatif.
3.     Menjadikan sebagai ajang silaturahmi di antara mahasiswa atau anggota seminar.

D.        Waktu Dan Tempat
Kegitan acara ini akan dilaksanakan pada :
Hari/ Tanggal    : Sabtu, 10 Mei 2014
Waktu               : 08.00 s/d 12.00
Tempat             : Kampus J1 Universitas Gunadarma Ruang sinema.

E.        Susunan Acara
08.00   Pembukaan
09.00   Sambutan
09.15   Acara Inti
11.00   Istirahat
11.15   Hiburan
11.45   Penutupan

Perbedaan Karangan (Ilmiah, Semi Ilmiah dan Non Ilmiah)



Karya Ilmiah
Pengertian karya ilmiah yaitu karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi, atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur dengan menggunakan bahasa baku, serta di dukung oleh fakta teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Tujuan penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut:
1.    Menyampaikan gagasan,
2.    Memenuhi tugas dalam studi,
3.    Untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan,
4.    Mengikuti perlomabaan serta
5.    Menyebar luaskan ilmu pengetahuan / hasil penelitian
Fungsi dari karya ilmiah adalah sebagai berikut:
1.    Rujukan untuk meningkatkan wawasan, serta
2.    Menyebarluaskan ilmu pengetahuan
Sedangkan bagi penulis, penulis karya ilmiah bermanfaat untuk:
1.    Meningkatkan ketrampilan membaca dan menulis,
2.    Berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistimatis, memperluas wawasan,
3.    Serta memberi kepuasan intelektual,
4.    Di samping menyumbang terhadap kepuasan cakrawala ilmu pengetahuan
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat jasanya terdiri dari:
1.    Bagian awal (pendahuluan),
2.    Bagian inti (pokok pembahasan) dan
3.    Bagian penutup.
Bagian awal merupakan pengantar bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin di sampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau sub topik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut
komponen karya ilmiah berfariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel karya ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak
Analisis pembaca yang akan di tuju salah satu ciri tulisan yang efektif adalah membantu pembacanya mengerti sesuatu yang diuraikan di dalamnya. Kewajiban seorang penulis karya ilmiah di sini adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah di pahami oleh pembacanya dalam kata lain sebelum menulis. Ada baiknya kita sudah harus mengidentivikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal ini sangat penting karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah kita dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaiannya

Semi Ilmiah
Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Ciri-ciri Semi Ilmiah
  1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  2. Fakta ang disimpulkan subjektif 
  3. Gaya bahasa formal dan popular 
  4. Mementingkan diri penulis 
  5. Melebih-lebihkan sesuatu 
  6. Usulan-usulan bersifat argumentative, dan 
  7. Bersifat persuasif

Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal dan teknis, atau formal dan populer.

Ciri-ciri Non-Ilmiah
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :
1.         ditulis berdasarkan fakta pribadi,
2.         fakta yang disimpulkan subyektif,
3.         gaya bahasa konotatif dan populer,
4.         tidak memuat hipotesis,
5.         penyajian dibarengi dengan sejarah,
6.         bersifat imajinatif,
7.         situasi didramatisir,
8.         bersifat persuasif.
9.         tanpa dukungan bukti

Jenis-jenis Non-Ilmiah
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah:
1.         Dongeng
2.         Cerpen
3.         Novel
4.         Drama
5.         Roman

Perbedaan Karangan Non ilmiah, Semi Ilmiah, dan Ilmiah

1.      Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
2.     Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
3.         Karakteristiknya :  berada diantara ilmiah.
4.         Ilmiah adalah  karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:

a.   Makalah : karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
b.         Kertas kerja : makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
c.         Skripsi : karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
d.         Tesis : karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. 
e.         Disertasi : karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.

Teori Proposal

Proposal adalah usulan rencana kegiatan. Kata proposal berasal dari bahasa Inggris to propose yang artinya mengajukan. Dengan demikian pengertian proposal memiliki arti sederhana sebagai suatu bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan ijin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya (Hariwijaya, 2005:12-13). Sebagai bentuk pengajuan, proposal bernilai penting dan strategis karena merupakan awal yang menentukan keberhasilan suatu rencana program (usaha atau kegiatan). Karenanya, banyak orang atau lembaga menjadikan proposal sebagai "senjata ampuh" untuk menunjukkan apa saja ide, rencana kegiatan (usaha), dan program yang ditawarkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Pemakaian Metode Ilmiah Untuk Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan Ilmiah

Metode ilmiah

(bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Pertanyaan ilmiah

Pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang dapat mengarahkan pada kegiatan penyelidikan terhadap objek pertanyaan. Menurut Depdikbud, inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan mengobservasi, merumuskan pertanyaan yang relevan, mengevaluasi buku dan sumber-sumber informasi lain secara kritis, merencanakan penyelidikan atau investigasi, mereview apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat prediksi dan mengkomunikasikan hasilnya

Pertanyaan penelitian selalu diawali dengan munculnya masalah yang sering disebut sebagai fenomena atau gejala tertentu. Tetapi tidak semua masalah bisa diajukan sebagai masalah penelitian. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar bisa diangkat sebagai masalah penelitian.

Berdasarkan kajian referensi buku-buku metodologi peneltian, setidaknya terdapat tujuh syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
1)         Tersedia data atau informasi untuk menjawabnya,
2)         Data atau informasi tersebut diperoleh melalui metode ilmiah, seperti wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi, partisipasi, dan evaluasi/tes,
3)         Memenuhi persyaratan orisinalitas, diketahui melalui pemetaan penelitian terdahulu (state of the arts),
4)         Memberikan sumbangan teoretik yang berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan,
5)         Menyangkut isu kontroversial dan unik yang sedang hangat  terjadi,
6)         Masalah tersebut memerlukan jawaban serta pemecahan segera, tetapi jawabannya belum diketahui masyarakat luas, dan
7)         Masalah itu diajukan dalam  batas  minat  (bidang studi) dan kemampuan peneliti.


Konsep Penalaran Ilmiah dalam kaitannya dengan penulisan ilmiah.

Penalaran (Reasioning) adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghubungkan fakta atau data yang sistematik menuju suatu kesimpulan. Penalaran merupakan proses berfikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis. Bahan pengambilan kesimpulan tersebut dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli. Secara umum, penalaran ada dua jenis penalaran atau pengambilan kesimulan, yakni penalaran induktif dan penalaran deduktif.

1.   Penalaran Induktif dan Coraknya
Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum. Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara:
a.   Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi adalah sebagai berikut:

a)  Berdasarkan pengalaman, seorang ibu dapat membedakan atau menyimpulkan arti tangisan bayinya, sebagai ungkapan rasa lapar atau haus, sakit atau tidak nyaman.
b)  Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui kelahiran. Dari temuannya itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran.
b.   Analogi
Analogi adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan ”Apa yang berlaku pada satu hal, akan pula berlaku untuk hal lainya”. Dengan demikian, dasar kesimpula yang digunakan merupakan ciri pokok atau esensial dari dua hal yang dianalogikan.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara analogi adalah sebagai berikut:
a)  Dalam riset medis, para peneliti mengamati berbagai efek dari bermacam bahan melalui eksperimen binatang seperti tikus dan kera, yang dalam beberapa hal memiliki kesamaan karakter anatomis dengan manusia. Dari kajian itu, akan ditarik kesimpulan bahwa efek bahan-bahan uji coba yang ditemukan pada binatang juga akan terjadi pada manusia.
b)  Dr. Maria C. Diamond, seorang profesor anatomi dari University of California tertarik untuk meneliti pengaruh pil kontrasepsi terhadap pertumbuha cerebral cortex wanita, sebuah bagian otak yang mengatur kecerdasan. Dia menginjeksi sejumlah tikus betina dengan sebuah hormon yang isinya serupa dengan pil. Hasilnya tikus-tikus itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diberi hormon itu. Berdasarkan studi itu, Dr. Diamond menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi dapat menghambat perkembangan otak penggunanya. Dalam contoh penelitian tersebut, Dr. Diamond menganalogikan anatomi tikus dengan manusia. Jadi apa yang terjadi pada tikus, akan terjadi pula pada manusia.
c)  Hubungan Kausal (Sebab Akibat)
  Penalaran induktif dengan melalui hubungan kausal (sebab akibat) merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat. Tak ada suatu gejala atau kejadian pun yang muncul tanpa penyebab.

Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:
  1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
  2. Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah
  3. Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.

Metode berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan adanya:
  1. Argumentasi teoritik yang benar, sahih dan relevan
  2. Dukungan fakta empirik
  3. Analisis kajia yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji. 

Recent Update

Language Translation

About Me

My photo
Assalamualaikum.. saya Aria mahasiswa dari Universitas Gunadarma Kalimalang
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS